Plt Bupati Sukirman Buka Jumbara PMR XII PMI Kabupaten Pekalongan

KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, membuka kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) XII PMI Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 di Lapangan Olahraga Desa Gandarum, Kecamatan Kajen, Kamis (15/10/2026) siang.

Kegiatan ini dirangkai dengan pelantikan pengurus PMI Kecamatan se-Kabupaten Pekalongan oleh ketua PMI Kabupaten Pekalongan Arini Harimurti, serta penyerahan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta Jumbara PMR secara simbolis oleh Plt Bupati Pekalongan dan Ketua PMI Propinsi Jawa Tengah, didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Pekalongan Widhi Astri Aprillia Nia dan Ketua PMI Kabupaten Pekalongan Arini Harimurti.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Sukirman menekankan pentingnya mengamalkan tujuh komitmen PMI dan tiga kepribadian yang menjadi landasan bagi anggota PMR, termasuk membiasakan pola hidup sehat, baik secara fisik maupun mental. Ia juga mengajak generasi muda, untuk menjadikan Jumbara sebagai sarana memperkuat persaudaraan, menjadi teladan bagi lingkungan sekitar, serta memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

“Hidup sehat itu macam-macam, sehat mental, sehat fisik, dan seterusnya. Untuk menuju sehat ini, tentu saja kegiatan-kegiatannya harus positif, kegiatan-kegiatannya harus kemudian penuh edukasi, kegiatan-kegiatannya juga harus mampu menjadi teladan bagi teman-teman,” ujarnya.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai ajang untuk semakin memperkokoh generasi muda, generasi Gen Z ini, generasi awal ini akan mampu bergerak, akan mampu kemudian menjadi suri teladan, dan akan mampu memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan tujuh komitmen PMI,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Sukirman menegaskan bahwa Jumbara tidak sekadar menjadi ajang berkumpul dan mengikuti berbagai perlombaan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat tekad bersama dalam membangun generasi muda yang tangguh dan berkarakter. Ia meminta para peserta agar menjauhi perilaku negatif seperti perkelahian yang dapat merugikan diri sendiri dan mengancam masa depan.

“Contohnya, hari ini kita sedang disibukkan oleh situasi perkelahian antar kelompok usia anak-anak PMR Madya, atau lebih gede lagi usia anak-anak PMR Wira. Jangan sampai, Cukup, Stop, kegiatan-kegiatan yang justru merugikan kita sendiri. Di sinilah saya titip kepada Adik-adik sekalian untuk menggandeng teman-teman Anda sekalian bersama-sama melakukan kegiatan-kegiatan yang positif,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Sukirman menegaskan komitmen bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan terus berupaya menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi generasi mendatang, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan persiapan masa depan anak-anak.

“Tugas saya, tugas Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama seluruh unsur yang ada, bersama para senior-senior yang akan membimbing kita selalu, terus akan memastikan program-program kita akan bermanfaat bagi generasi mendatang. Di bidang pendidikan, di bidang kesehatan, dan kemudian program-program lainnya, seperti kemudian persiapan kita, anak-anak kita dalam menggapai masa depan, mulai dari perencanaan pergaulannya, lalu kemudian kuliahnya, dan seterusnya. Di situlah pemerintah harus hadir, pemerintah berkewajiban hadir, tugas saya,” ungkapnya.

Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah periode 2026–2031 Haryanto, dalam sambutan arahan kepada para Pengurus PMI Kecamatan se Kabupaten Pekalongan yang baru saja dilantik berpesan agar pengurus memperkuat peran relawan sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan, penanganan bencana, dan kegiatan donor darah.

“Kabupaten Pekalongan 19 kecamatan, ini nanti kalau ada terkait dengan kemanusiaan, kebencanaan, ini adalah garda di depan adalah Bapak/Ibu sekalian. Kalau bisa nanti jangan hanya ketua, bendahara, sekretaris. Perbanyak relawan-relawan yang ada, karena kerja keras PMI itu tergantung daripada relawan, keberhasilannya juga tergantung pada relawan,” ujarnya.

Haryanto juga mengapresiasi penyelenggaraan Jumbara PMR XII PMI Kabupaten Pekalongan Tahun 2026. Ia berharap kegiatan tersebut terus dilaksanakan sebagai sarana pembinaan generasi muda dan penerus relawan kemanusiaan.

“Kalau Jumbara itu paling tidak selama kurun waktu masa jabatan 5 tahun harus diselenggarakan 1 kali minimal. Bisa 2 kali tergantung dari anggaran. Tapi kalau kita lihat ini sudah ke-12, berarti kan berkali-kali menyelenggarakan. Oleh karena itu kita ucapkan selamat, semoga hal-hal yang baik ini diteruskan dan nanti bisa dilanjutkan oleh para generasi-generasi penerus bangsa,” ungkapnya.

Ketua Panitia Kegiatan, Ridwan Noviyanto, menyampaikan bahwa Jumbara PMR XII PMI Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 diselenggarakan sebagai sarana evaluasi pembinaan sekaligus pengembangan potensi anggota PMR Madya dan Wira. Mengusung tema “Muda, Berkarya, Peduli Sesama”, kegiatan berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 di Lapangan Desa Gandarum, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, dengan diikuti 1.610 peserta dari 70 pangkalan PMR, terdiri atas 43 pangkalan PMR Madya dan 27 pangkalan PMR Wira.

“Jumbara ini bertujuan menjadi ajang pertemuan anggota PMR untuk bertukar pengalaman, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepalangmerahan, mempererat persahabatan, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kesiapsiagaan bencana,” jelasnya.

Ridwan menambahkan, rangkaian kegiatan selama tiga hari terbagi dalam tiga unsur utama, yakni Jumba, Bakti, dan Gembira. Unsur Jumba meliputi defile, Ranking 1, kreasi remaja melalui video, Tendaku Istanaku, jurnalistik, traveling, dan youth station. Unsur Bakti diisi dengan kegiatan bakti masyarakat, kepedulian lingkungan, penghijauan, serta sarasehan PMR dan pembina. Sementara itu, unsur Gembira mencakup upacara, edutainment, anjangsana, wahana kepalangmerahan, olahraga, dan senam ceria.

“Seluruh kegiatan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, kreativitas, kerjasama, dan semangat kemanusiaan anggota PMR,” tandasnya.(ktv)

Share