PKU Akbar, Plt Bupati Sukirman Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas dan Tumbuh Berkualitas

KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tegal Tahun 2026 dengan tema “Naik Kelas, Tumbuh Berkualitas” bertempat di Aula Lantai I Setda Kab Pekalongan, Senin (19/10/2026) pagi.

Dalam sambutannya, Sukirman menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi yang membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah. “Kami sungguh bersyukur pada kesempatan kali ini bisa bersilaturahmi dengan ibu-ibu sekalian, para pelaku usaha, juga Tim Penggerak PKK. Kehadiran Bapak dan Ibu dari PNM beserta mitra merupakan bantuan bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan dari sisi pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi perempuan memiliki peran penting karena perempuan mempunyai keterampilan, potensi, dan kemampuan dalam mengelola usaha maupun rumah tangga. Oleh karena itu, perempuan perlu memperoleh kesempatan dan dukungan untuk mengembangkan potensi ekonominya sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. “Kenapa yang dipilih ibu-ibu? Karena ibu-ibu itu punya super power, punya kekuatan, punya talenta yang luar biasa, punya keterampilan yang luar biasa, dan punya manajemen rumah tangga yang sangat luar biasa,” tutur Sukirman.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, seperti perbaikan jalan, pembangunan jembatan, irigasi, dan rumah layak huni, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat perekonomian masyarakat. Dalam hal ini, kolaborasi dengan PNM dan berbagai pihak terkait diharapkan dapat mendukung pemerataan pembangunan sekaligus membuka peluang usaha bagi Masyarakat. “Kalau keuangan kita konsentrasikan untuk membangun, kita harus punya perimbangan juga membangun indikator manusianya, di antaranya melalui pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi. Di sinilah sinergitas yang ditawarkan PNM membantu masyarakat Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.

Sukirman juga mendorong para pelaku usaha, khususnya nasabah Mekaar, agar memanfaatkan kegiatan PKU Akbar untuk menambah pengetahuan, meningkatkan keterampilan, serta menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi selama menjalankan usaha. Dengan demikian, materi dan pendampingan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan para pelaku usaha. “Ibu-ibu juga harus berterus terang kalau usahanya yang dalam naungan Mekaar ini kemudian ada kendala. Sampaikan secara terbuka kendala-kendalanya, persaingannya, dan seterusnya. Insya Allah ikhtiar itu tidak akan mengkhianati hasil. Usaha-usaha kita akan selalu mendapatkan rida dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pesannya.

Ia turut mendorong agar program pemberdayaan dan pendampingan usaha dapat menjangkau lebih banyak kelompok perempuan di Kabupaten Pekalongan. Pemerintah daerah, lanjutnya, siap mendukung sinergi tersebut agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses informasi, pendampingan, dan peluang pengembangan usaha. “Insya Allah kelompok-kelompok perempuan lainnya, Fatayat, Muslimat, Aisyiyah, dan berbagai kelompok perempuan lainnya akan kita dorong untuk mengikuti kegiatan-kegiatan semacam ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sukirman berharap penguatan ekonomi keluarga dapat berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga yang lebih baik juga menjadi salah satu faktor pendukung dalam membangun lingkungan keluarga yang sehat dan memberikan perhatian lebih terhadap tumbuh kembang anak.

Pada kesempatan tersebut, Sukirman menyampaikan terima kasih kepada PNM Cabang Tegal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pegadaian, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia berharap kerja sama yang terjalin dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha, khususnya perempuan di Kabupaten Pekalongan.

Rangkaian kegiatan PKU Akbar Tahun 2026 juga diisi dengan penyerahan plakat sebagai simbol sinergi antara PNM Cabang Tegal dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, serta penyerahan sertifikat secara simbolis kepada perwakilan nasabah untuk kategori Halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan BRILink. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pembukaan kegiatan secara simbolis dan sesi materi serta diskusi bagi para peserta.

Pimpinan PNM Cabang Tegal, Susanto, menjelaskan, kegiatan PKU Akbar tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga kesempatan bagi nasabah Mekaar dan anggota TP PKK untuk belajar. “Baik nasabah Mekaar maupun anggota TP PKK, hari ini kita tidak sekadar berkumpul tentunya. Kita mengikuti sebuah acara dan hadir untuk belajar, berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta yang paling penting mempersiapkan diri untuk menjadi lebih baik, lebih mandiri, dan lebih sejahtera,” ungkapnya.

Melalui kegiatan PKU Akbar, Sutanto berharap para peserta dapat memanfaatkan materi dan pengalaman yang dibagikan untuk diterapkan dalam pengembangan usaha masing-masing. Ia juga mengingatkan agar pelaku usaha tidak menunggu usahanya menjadi besar untuk melakukan perubahan, melainkan mulai dari hal sederhana dan melaksanakannya secara konsisten. “Saya ingin mengajak kita semua untuk menanamkan satu keyakinan: Saya bisa berkembang, usaha saya bisa maju, dan saya mampu membawa keluarga saya menuju kehidupan yang lebih baik. Keyakinan ini saya harapkan bisa diterapkan oleh ibu-ibu nasabah Mekaar. Karena kalau kita enggak yakin, siapa lagi yang mau yakin?” tuturnya.

Ia menambahkan, PNM Mekaar tidak hanya hadir untuk mendukung pembiayaan usaha, tetapi juga mendorong pemberdayaan perempuan melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri, dan kemandirian. Dengan demikian, nasabah diharapkan mampu merencanakan langkah konkret untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. “Jangan pernah merasa bahwa usaha yang terlalu kecil itu enggak bisa berkembang, dan jangan merasa terlambat untuk belajar, dan jangan takut untuk mencoba yang baru. Karena setiap usaha pasti ada hikmahnya dan ada hasilnya. PNM Mekaar bukan hanya hadir untuk mendukung pembiayaan usaha, tapi juga mendorong berdaya agar ibu-ibu semakin memiliki pengetahuan dan keterampilan, percaya diri, dan mandiri,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Sutanto mengajak seluruh peserta menjadikan PKU Akbar sebagai awal untuk memperbaiki pengelolaan usaha, meningkatkan keberanian mencoba peluang baru, dan melangkah bersama menuju usaha yang lebih maju, “Mari kita jadikan PKU Akbar ini sebagai titik awal untuk melakukan perubahan: mulai hari ini kita belajar lebih baik, mulai hari ini kita mengelola usaha lebih tertib, mulai hari ini kita berani mencoba peluang baru, dan mulai hari ini kita melangkah bersama untuk naik kelas dan tumbuh berkualitas,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Galuh Kirana Sukirman, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Anis Rosidi, serta Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Eka Iman Prabowo, serta tamu undangan lainnya. 

Turut hadir Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta Tenaga Kerja Argo Yudo Ismoyoyo, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Tuti Haryati, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Susanto Widodo, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pekalongan, Trisno Suharsanto. Hadir pula Kepala OJK Tegal Kurnia Tri Puspita, Manajer UJP, SP, dan dan tamu undangan lainnya.(ktv)

Share