Plt Bupati Pekalongan Turun Tangan Awasi Lelang Infrastruktur: Watusalam hingga Jembatan Guntur Jadi Prioritas

KAJEN – Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, secara langsung mengawal proses lelang delapan proyek infrastruktur strategis daerah tahun 2026. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp6,5 miliar untuk perbaikan ruas jalan dan jembatan yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Sukirman menegaskan, dirinya tidak ingin pembangunan infrastruktur hanya berhenti pada tahap perencanaan. Ia meminta jajarannya untuk terus mengebut penyelesaian dokumen agar proses lelang dapat rampung dan pekerjaan fisik dimulai paling lambat akhir Juli atau awal Agustus.

“Saya sudah evaluasi bersama DPUPR dan OPD terkait. Tidak boleh ada lagi kelambatan. Masyarakat menunggu akses yang lebih baik, dan saya pastikan seluruh proses ini saya pantau sendiri,” ujar Sukirman di ruang kerjanya. 

Delapan Proyek yang Sedang Dilelang:

No Ruas / Lokasi Anggaran

1 Jalan Ponolawen–Sidomulyo, Kesesi Rp1 M

2 Jalan Lingkungan Setda Rp700 Jt

3 Jalan Pait–Blacanan Rp1 M

4 Jalan Rowokembu–Pegaden Tengah Rp1 M

5 Jalan Dororejo–Rogoselo Rp700 Jt

6 Jalan Kepatihan–Wonokerto Rp1 M

7 Jembatan Jrebengkembang Rp600 Jt

8 Jembatan Guntur, Karangdadap Rp500 Jt

Di luar paket lelang tersebut, Sukirman juga menyoroti proyek peningkatan Jalan Watusalam sepanjang 1,8 km dengan nilai Rp5,8 miliar. Ia meminta agar pelebaran badan jalan dari 4 meter menjadi 5 meter tetap berjalan meskipun anggaran drainase belum tersedia.

Menurut Sukirman, kelangkaan aspal yang sempat menghambat pemeliharaan jalan kini telah teratasi. Ia menginstruksikan Dinas PUPR untuk mengoptimalkan pekerjaan rutin di ruas-ruas seperti Kaliwadas, Kedungwuni, Pegaden–Rowokembu, Linggoasri, dan Tambakroto.

“Setiap hari saya minta laporan progres. Sekarang aspal sudah ada, saya perintahkan agar pekerjaan tidak berhenti. Jangan sampai masyarakat terganggu karena jalan rusak,” tegasnya.

Untuk skema Pengadaan Langsung (PL), Sukirman menargetkan 110 paket yang telah diluncurkan dapat bertambah 20–25 paket setiap pekan. Ia memastikan seluruh paket PL selesai pada akhir Juli, sehingga perhatian penuh dapat dialihkan ke proyek-proyek lelang.

“Saya minta semua OPD bergerak cepat. Tidak ada alasan untuk menunda. Ini amanah untuk rakyat,” pungkas Sukirman.

Dengan pengawasan langsung dari Plt Bupati, Pemkab Pekalongan optimistis seluruh proyek infrastruktur dapat terealisasi tepat waktu, meningkatkan konektivitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Pekalongan.(ktv)

Share