
DORO – Sebuah gudang Toko Pakaian Putra Sandang yang berada di Jalan Raya Ahmad Yani, Desa Doro, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, terbakar pada Rabu (17/6/2026) petang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp. 200 juta.
Mendapat laporan kejadian, personel Polsek Doro bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Pekalongan, Unit Samapta, piket SPKT, dan piket fungsi Polres Pekalongan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan olah TKP.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, kebakaran diketahui sekitar pukul 18.45 wib. Gudang yang terbakar merupakan milik Hendar Putra Ivada (20), warga Desa Kedungpatangewu, Kecamatan Kedungwuni.
Peristiwa bermula saat terjadi pemadaman listrik PLN secara serentak di wilayah Kecamatan Doro sekitar pukul 17.25 wib. Untuk tetap menjalankan aktivitas toko, pemilik menyalakan genset manual yang berada di dalam gudang penyimpanan pakaian dan barang dagangan.
Saat aliran listrik PLN kembali normal, pemilik diduga lupa mematikan genset. Beberapa menit kemudian, salah seorang saksi melihat percikan api muncul dari area genset dan segera berteriak meminta pertolongan.
Mendengar teriakan tersebut, pemilik toko, karyawan, dan warga sekitar berupaya memadamkan api menggunakan ember dan selang air sambil menghubungi pihak terkait, termasuk Polsek Doro, petugas pemadam kebakaran, dan PLN.
Setelah berjibaku selama kurang lebih 30 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan. Namun, kobaran api telah menghanguskan genset beserta berbagai pakaian dan barang dagangan yang tersimpan di dalam gudang berukuran 3 x 10 meter tersebut.
Hasil olah TKP menunjukkan titik awal kebakaran berasal dari genset yang berada di dalam gudang. Polisi menduga kebakaran dipicu oleh terjadinya tabrakan arus listrik atau masuknya dua sumber listrik secara bersamaan ke dalam satu jalur instalasi, sehingga menyebabkan korsleting pada area genset yang kemudian memicu kebakaran.
Kapolsek Doro Iptu Faridin, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan di lokasi dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Dari hasil olah TKP sementara, titik awal kebakaran berasal dari genset yang berada di dalam gudang toko pakaian. Diduga terjadi korsleting akibat adanya dua sumber arus listrik yang masuk secara bersamaan ketika listrik PLN kembali menyala sementara genset masih beroperasi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp. 200 juta,” ujar Faridin.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan genset, terutama saat terjadi pemadaman listrik.
“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan instalasi listrik dan penggunaan genset sesuai standar keamanan. Ketika listrik PLN kembali menyala, genset harus segera dimatikan untuk menghindari risiko korsleting maupun kebakaran,” pungkasnya.(ktv)