Antisipasi Banjir Susulan, Masyarakat Buat Tanggul Darurat

Antisipasi Banjir Susulan, Masyarakat Buat Tanggul Darurat

WONOKERTO  –  Pasca banjir yang merendam Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Ratusan anggota Brigade Mobil (Brimob) bersama TNI dibantu warga, komunitas dan ormas bekerja bakti menanggul sungai dengan ribuan karung pasir. Aksi kerja bakti menanggul sungai tersebut bertujuan mengantisipasi adanya banjir susulan dari limpasan Sungai Pencongan yang kerap membuat warga setempat was-was.

 

Sebanyak 200 anggota Brimob, TNI dibantu warga, komunitas dan ormas Di Kabupaten Pekalongan bekerja bakti menanggul Sungai Pencongan  yang kerap meluap dan menyebabkan banjir di sejumlah Desa seperti Pesanggrahan, Bener, Sijambe dan Desa Pecakaran, ada 5 titik di bantaran Sungai Pencongan yang ditutup dengan 2.000 karung pasir sebagai penanganan darurat. Total panjang bantaran sungai yang ditanggul mencapai 100 meter.

 

Kepala Desa Pesanggrahan Cahyo Hartono, saat kegiatan kerja bakti pada 11 Febuari 2022 mengatakan, sebelum banjir merendam wilayahnya, pihak Desa sudah kerap mengajukan bantuan tanggul permanen, namun karena keterbatasan anggaran selama pandemi berlangsung, belum ada realisasi sehingga yang bisa dilakukan adalah penganan darurat melalui pembuatan tanggul dari karung pasir.

 

Sementara itu Koordinator Aksi Eko Budiyono dari Komunitas Paguyuban Pengusaha Revolusi (PPR Go Green) mengatakan, anggaran untuk pembuatan tanggul berasal dari kerjasama semua pihak yang bertujuan untuk menangani dampak banjir di sejumlah Desa yang ada di sekitar sungai.

 

Dengan adanya kerjasama membuat tanggul darurat, harapannya ancaman banjir yang kerap terjadi di desa pesanggrahan dan sekitarnya bisa tertangani.(4son-3D)

Share

Komentar ditutup.