SRAGI – Kabar duka akibat tenggelamnya Kapal Selam Nanggala 402, menjadi kisah pilu bagi keluarga korban, salah satu korban dari 53 awak kapal yang gugur adalah putra terbaik dari Desa Gebangkerep Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan, yaitu Sertu Kom Achmad Faisal.
Dimata keluarganya Sertu Faisal dikenal sebagai pribagi yang baik dan tidak neko-neko, ayah Sertu Faisal berprofesi sebagai tukang kayu, dikeluarganya yang berjumlah 7 orang, terdapat 5 orang yang berprofesi di bidang Militer, ada yang di Angkatan Udara, Darat, Laut dan Badan Inteljen Negara, 2 anggota keluarganya yang lain saat ini masih berstatus pelajar di salah satu SMA favorit di Kota dan Kabupaten Pekalongan.
Disela-sela kesibukannya pasangan Candra Saputra dan istrinya Sinanta Previta Anggreani menyempatkan berkunjung untuk mengucapkan belasungkawa, dirinya merasa terpanggil untuk datang, karena Sertu Faisal gugur sebagai Pahlawan Bangsa dalam menjaga Samudera Indonesia untuk selamanya, selain itu, Shinanta juga merupakan kakak kelas korban dimasa sekolah dulu.
Pihak keluarga sendiri sampai saat ini terus memonitoring perkembangan kabar terbaru dari peristiwa tenggelamnya Nanggala 402, kedua orang tua korban berharap ada keajaiban yang muncul, sehingga Sertu Faisal dapat ditemukan dengan selamat, mengingat bukti-bukti bagian kapal yang ditemukan baru merupakan bagian belakang kapal selam, sementara bagian yang lain belum ditemukan, menurut adik korban yang juga berprofesi sebagai Angkatan Laut, bahwa kapal selam secara teknis menggunakan 2 lapisan baja yang dirancang sedemikian rupa untuk tahan dari tekanan air di kedalaman tertentu, sehingga dirinya berharap yang terbaik bagi kakaknya.(4son-6us)


Komentar ditutup.