KARANGANYAR – Kepedulian terhadap sesama bisa datang dari mana saja, termasuk dari arena olahraga. Di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sebuah komunitas olahraga, Obonato Padel Club, turun tangan menyalurkan bantuan kepada pasangan lansia yang kisahnya sempat viral di media sosial TikTok. Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas setelah mengetahui kondisi ekonomi sang lansia yang sempat terpuruk akibat polemik penyaluran bantuan sosial.
Rombongan anggota Obonato Padel Club datang membawa sejumlah paket sembako. Terlihat mereka berbincang hangat dengan warga dan lansia penerima bantuan.
Kepedulian komunitas Obonato Padel Club Kota Pekalongan ini patut diacungi jempol. Pada Selasa, 1 September, rombongan komunitas ini menyambangi kediaman pasangan lansia di wilayah Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.
Langkah nyata ini diambil murni dari hasil gotong royong para anggota. Mereka merasa tergerak setelah melihat sebuah unggahan yang viral di platform media sosial TikTok, yang memperlihatkan kondisi lansia tersebut yang tengah kesulitan dan belum mendapatkan bantuan secara maksimal.
Bendahara Obonato Padel Club Pekalongan, Taufan Asianto menjelaskan, bantuan kepada pasangan lansia merupakan bentuk kepedulian. “Kami dari kumpulan komunitas Obonato di mana kami ini sering berolahraga bareng. Jadi asal muasalnya kan mendengar berita bahwa beliau-beliau itu lewat TikTok membutuhkan, lagi terkena masalah, tidak menerima bantuan. Lalu dengan kondisi keadaannya kami sedikit berbagi untuk meringankan, mudah-mudahan InsyaAllah bisa meringankan beban dari bapak dan ibu.” pungkas Taufan.
Tidak hanya datang membawa simpati, komunitas ini juga membawa bantuan untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan sehari-hari. Mulai dari kebutuhan bahan pokok, hingga sejumlah uang tunai sebagai santunan untuk meringankan beban ekonomi bapak dan ibu.
“Bantuan yang diberikan ini, beras, telur, minyak, sari mie, baju, dan ada sedikit mungkin santunan. Imbauannya terus terang supaya komunitas-komunitas olahraga semakin banyak yang tergerak, karena kita bukan hanya untuk kumpulan olahraga tapi bisa bermanfaat untuk masyarakat.” ungkap Taufan.
“Harapan dari komunitas ini menjadi pesan kuat bahwa olahraga tidak hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga membangun kepekaan sosial.” kata Taufan.
Seperti diketahui, bantuan sosial atau bansos milik pasangan lansia Mbah Darmi yang berusia 63 tahun dan Mbah Dayat 77 tahun, warga Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, memang sempat dihentikan karena terindikasi aktivitas judi online atau judol. Namun kini, status penerimaan bansos tersebut telah direaktivasi oleh pihak berwenang.(ktv)

