
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan Sukirman, menerima secara langsung kunjungan dua anggota Pramuka Luar Biasa Tunarungu Indonesia di Ruang Kerja Wakil Bupati Pekalongan, Senin (03/08/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari perjalanan kaki keliling Indonesia yang mereka lakukan untuk mengampanyekan kepedulian terhadap penyandang disabilitas.
Dua peserta perjalanan tersebut adalah Eka Retno Wati, asal Jombang, Jawa Timur, dan M. Alphandi, asal Baturaja, Sumatera Selatan. Dalam setiap daerah yang mereka singgahi, keduanya menemui kepala daerah untuk meminta foto bersama serta surat keterangan telah berkunjung ke instansi pemerintah sebagai dokumentasi perjalanan mereka.
Plt Bupati Pekalongan Sukirman mengaku terharu dapat menerima kedatangan dua penyandang tunarungu yang memiliki semangat luar biasa dalam menyuarakan hak-hak penyandang disabilitas.
“Ya, hari ini saya sungguh terharu karena kedatangan dua warga negara kita, Ibu Eka Retnowati yang aslinya dari Jombang, dan Saudara Alphandi yang berasal dari Kota Baturaja,” ujar Sukirman.
Ia menjelaskan, karena kedua tamunya merupakan penyandang tunarungu sekaligus tidak memiliki kemampuan berbicara, proses komunikasi dilakukan melalui tulisan.
“Dua sahabat ini berkebutuhan khusus, yaitu tunarungu, sehingga sekaligus otomatis tidak mempunyai kemampuan bicara. Maka kami tadi berkomunikasi lewat tulisan yang direspons dan seterusnya,” ungkapnya.
Menurut Sukirman, perjalanan yang ditempuh keduanya dimulai dari Surabaya dan ditargetkan berakhir dengan bertemu Presiden Republik Indonesia.
“Mereka perjalanan dari 10 November dari Surabaya sampai nanti targetnya bertemu Bapak Presiden. Dan setiap kabupaten yang disinggahi, mereka meminta bertemu para kepala daerah,” tutur Sukirman.
Ia berharap perjuangan yang dilakukan Eka Retno Wati dan M. Alphandi dapat menginspirasi masyarakat maupun pemerintah untuk semakin peduli terhadap penyandang disabilitas. Menurutnya, semangat keduanya menjadi pengingat bahwa pemerintah harus terus menghadirkan kebijakan yang inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Saya berkesempatan menjadi orang yang beruntung bisa bertemu mereka karena semangat mereka untuk terus mengampanyekan soal disabilitas atau sahabat-sahabat, insan-insan yang berkebutuhan khusus Sehingga kita mampu peduli dan membuat kebijakan yang lebih agresif, lebih bermanfaat bagi penyandang disabilitas,” pungkasnya.(ktv)