
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar Doa Bersama Antar Umat Beragama dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Pekalongan Ke-404, bertempat di Pendopo Bupati Pekalongan, Senin (24/08/2026) malam.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh agama dan tamu undangan yang hadir. Ia berharap doa bersama yang dilakukan malam itu menjadi ikhtiar spiritual agar Kabupaten Pekalongan senantiasa mendapatkan keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT, “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak, Ibu sekalian dan tentu saja menyampaikan permohonan agar ikhlas, agar kemudian bisa mendoakan bersama-sama,” ujar Sukirman.
Menurutnya, doa bersama tersebut secara khusus ditujukan untuk mendoakan seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan serta keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan daerah, “Yang pertama, mendoakan seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, wabilkhusus tentu saja umat kita masing-masing, secara umum masyarakat Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Selain mendoakan masyarakat, Sukirman juga meminta para tokoh agama untuk mendoakan agar Pemerintah Kabupaten Pekalongan mampu menjalankan pemerintahan dengan sebaik-baiknya dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia berharap pemerintahan daerah dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat di berbagai bidang, menjaga kesinambungan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan, serta terus meningkatkan pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.
“Kita mendoakan jalannya Pemerintah Kabupaten Pekalongan agar bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan di semua bidang. Bisa melindungi masyarakat, mengedepankan kesinambungan masa depan Kabupaten Pekalongan, dan bisa menyejahterakan,” tutur Sukirman.
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa berserah diri kepada Allah SWT di tengah berbagai situasi dan tantangan yang dihadapi. Menurutnya, kepasrahan kepada Tuhan akan semakin kuat ketika dibimbing oleh para tokoh dan pemuka agama, “Sungguh-sungguh betul-betul saya menyuwun kepada Bapak, Ibu sekalian. Di tengah situasi seperti hari ini, kita hanya pada kepasrahan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita berpasrah,” ungkapnya.
Sukirman juga menyampaikan bahwa pelaksanaan doa bersama memiliki momentum yang istimewa. Selain berada dalam suasana peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan, masyarakat Muslim juga tengah menyambut momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, berbagai momentum tersebut menunjukkan keberagaman kehidupan masyarakat yang harus terus dirawat dan dijaga.
“Momentum Agustus, momentum hari jadi, sekaligus ada suasana hiruk-pikuk selawatan bagi umat Muslim karena sebentar lagi juga akan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Ini menjadi satu keanekaragaman yang sangat luar biasa. Menjadi cerminan bahwa kebinekaan itu adalah keniscayaan yang memang harus terus kita jaga, harus terus kita lestarikan,” tegas Sukirman.
Lebih lanjut, Ia mengajak seluruh pemuka agama dan elemen masyarakat untuk membangun sinergi dalam memperkuat spiritualitas, etika, akhlak, dan moralitas generasi muda Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan karakter masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda, “Kita bisa bersama-sama sinergi dalam membangun sisi spiritualitas di Kabupaten Pekalongan, membangun etika, akhlak, dan moralitas bagi anak-anak kita, generasi kita,” katanya.
Sukirman menilai agama memiliki peran strategis sebagai salah satu benteng dalam menghadapi tantangan modernisasi dan perkembangan global yang semakin kompleks, “Tidak lain dan tidak bukan adalah hari ini hanya agama yang memang kemudian masih bisa menjadi benteng terakhir bagi anak-anak kita di tengah situasi modernisasi, situasi tantangan global yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya perhatian bersama terhadap pergaulan generasi muda. Seluruh pihak, kata Sukirman, perlu memiliki komitmen untuk menjaga anak-anak muda agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas, kenakalan remaja, maupun berbagai pengaruh negatif lainnya, “Yang tidak kalah penting adalah sama-sama berkomitmen untuk menjaga akhlak, moralitas, etika, pergaulan dari anak-anak muda yang kita miliki di Kabupaten Pekalongan agar tidak terjebak pada pergaulan bebas, kenakalan remaja, dan seterusnya,” pungkasnya.
Diketahui bahwa, Doa Bersama Antar Umat Beragama tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pekalongan, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Turut hadir puls Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, para asisten sekda, kepala OPD, Kepala Pengadilan Agama, Kepala Pengadilan Negeri, Ketua MUI, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Selain itu, dari pula unsur keagamaan, yang terdiri atas para kiai, pendeta, pemuka agama Hindu, Buddha, dan pemuka agama lainnya.(ktv)