Tirto – Seorang siswa di Pekalongan Jawa Tengah nekat berangat ke sekolah sendirian karena tak punya smartphone, siswa ini tetap semangat belajar meski tak ada teman di kelasnya, pihak sekolah tetap memberikan pendampingan dan meminjamkan handphone selama dikelas, karena melihat keingginan kuat siswa dari keluarga tak mampu ini.
Dzul Faqor Risqi Islamy Al Ghazy (13 Tahun) seorang siswa kelas 7 SMP N 2 Tirto Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah nekat berangkat ke sekolah sendirian, tekad kuat anak ini untuk mencari ilmu dan agar tidak ketinggalan pelajaran membuat dia berangkat sekolah sejak tiga hari ini.
Hal ini dilakukan karena Dzul Faqor tidak punya smartphone untuk belajar daring, bahkan dia sempat menangis ke Guru agar diizinkan belajar tatap muka di kelas meski hanya sendirian.
Dzul Faqor ke sekolah menggunakan sepeda yang ditempuh hanya lima menit perjalanan dari rumahnya di Desa Tanjung dekat dengan sekolah ini anak dari Tarjo Dan Winarsih ini ngotot ke sekolah meski harus belajar sendirian karena dia tidak memiliki smartphone, ayah dan ibunya yang bekerja sebagai buruh tak mampu membelikan putra ke empat ini gawai untuk belajar daring.
Kedatangannya disambut oleh Kepala SMP N 2 Tirto, Guru Wali Kelas dan Kepala Perpustakaan, Dzul Faqor Risqi Islamy Al Ghazy belajar di ruang perpustakaan sekolahnya, dia tetap menggunakan masker untuk belajar daring dan dipinjami smartphone milik kepala perpustakaan juga didampingi wali kelasnya Sartono. Dia belajar mulai jam 8 sampai jam 12 siang untuk menyelesaikan mata pelajaran yang diberikan juga secara daring.
Kepala SMP N 2 Tirto Khoirul Huda menyebutkan salah satu siswa tetap berangkat ke sekolah karena di rumahnya tidak ada smartphone untuk belajar melalui daring saat petama ke sekolah anaknya menangis karena ingin belajar sehingga diarahkan untuk belajar di perpustakaan didampingi wali kelasnya, selama belajar teteap menggunakan protikol kesehatan ketat.
Disebutkan saat ini hanya ada satu siswa yang belajar daring dengan dipinjami handphone di Sekolah, namun tidak menutup kemungkinan jika ada siswa yang kesulitan belajar daring, pihak sekolah tetap akan melayani, hal ini agar siswa jangan sampai ketinggalan pelaranan.
Jumlah siswa kelas 7 di sekolah tersebut yakni 137 siswa, sedangkan jumlah siswa keseluruhan di SMP N 2 Tirto terdapat 435 siswa, sekitar 10 persen siswa mengalami hal yang serupa dengan Dzul dan sekolah harus memberikan pelayanan Pendidikan dengan maksimal.(4son)


Komentar ditutup.