LIMPUNG – Songkok atau peci produk Santri Desa Dlisen Kecamatan Limpung Kabupaten Batang Jawa Tengah, indah dan banyak digemari. produk para santri ini dibuat dengan tradisional dan menjadi salah satu usaha kemandirian mereka. selain mengaji, pada saat Ramadhan dan menjelang Lebaran peci atau songkok menjadi salah satu yang banyak dicari.
Peci atau songkok sudah menjadi ciri khas Bangsa di Nusantara, baik anak- anak juga orang tua. kostum yang dikenakan dikepala ini, banyak digemari. apalagi saat bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran, seperti sekarang ini. peci banyak dicari untuk beribadah Shalat Tarawih juga ibadah lain dan juga Sholat Idul Fitri.
Salah satu yang memproduksi songkok atau peci adalah para santri di Pondok Pesantren Roudlotul Muhtadin Desa Dlisen Kecamatan Limpung Kabupaten Batang Jawa Tengah, peci dengan merek Al Mihrab ini dibuat secara tradisional oleh tangan -tangan terampil pada santri disela sela mengaji Kitab Kuning.
Mereka membuat dari mulai memotong kain, membuat pola, menjahit, bordir hingga mengemas dengan bagus. hasil produk para Santri ini tak kalah dengan hasil produksi pabrikan, karena cukup kuat, bagus dan indah juga menambah percaya diri pemakainya.
Santri diikutkan pelatihan kursus menjahit dalam pembuatan peci atau songkok, mulai pada 2017 mencoba membuat sendiri dan langsung dipasarkan.
Peci yang dibuatnya mengedepankan kualitas, kain bludru yang digunakan dari impor asal korea, jika disentuh tangan berasa halus dan lembut agar penggunanya dibuat nyaman, pecinya juga diberi ventilasi atas, ujung depan dan belakang agar angin bisa masuk ke dalam kepala.
Peci yang nyaman dipakai ini juga dipasarkan diberbagai pelosok tanah air, seperti Batang, Pekalongan, Semarang, Jakarta, Bandung, Surabaya. selain itu juga dari luar Jawa, seperti Sulawesi, Maluku, Sumatra dan lainnya.(4son-6us)


Komentar ditutup.