
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, resmi membuka Pekan Raya Kajen (PRK) 2026 di Alun-Alun Kajen, Selasa (25/8/2026) sore. Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Plt Bupati didampingi Istri Galuh Kirana selaku Ketua TP PKK beserta para Istri Forkopimda.
Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 25 Agustus hingga 30 Agustus 2026 tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan.
Pembukaan PRK 2026 turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 0710/Pekalongan, perwakilan Kajari dan Pengadilan Agama, Sekda beserta jajaran, para kepala OPD, Ketua TP PKK, serta panitia Hari Jadi Kabupaten Pekalongan.
Plt Bupati Pekalongan Sukirman dalam sambutannya mengatakan, PRK menjadi momentum penting untuk mendorong perkembangan pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah di Kabupaten Pekalongan.
“Sungguh kita bersyukur hari ini kita sama-sama bisa memulai langkah yang saya kira sangat membawa manfaat bagi perkembangan UKM-UMKM yang ada di Kabupaten Pekalongan. Berbagai kreativitas pelaku-pelaku usaha UMKM, UKM, pengusaha berbagai macam aneka ragam, dari mulai pakaian jadi, aneka kuliner, pelayanan, dan seterusnya, sampai kemudian hiburan untuk anak-anak hari ini tumplek yang akan kita selenggarakan sampai tanggal 30 Agustus nanti,” kata Sukirman.
Ia berharap seluruh pelaku usaha yang mengikuti PRK mendapatkan manfaat dan peningkatan omzet selama kegiatan berlangsung, “Semoga semuanya laris manis. Semuanya dagangannya laku, dan masyarakat daya belinya semakin meningkat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sukirman menekankan pentingnya keberlanjutan pengembangan UMKM setelah PRK berakhir. Ia meminta sentra-sentra ekonomi di berbagai wilayah, seperti Kajen, Kedungwuni, Kesesi, hingga kawasan kuliner di Desa Paninggaran, terus ditata dan dikembangkan. “Semuanya harus kita toto (tata), dan yang tidak kalah penting adalah saya tentu saja bertekad ingin memperbaiki regulasi, memperbaiki aturan main, termasuk kemudian pameran atau Pekan Raya Kajen pada sore hari ini,” tegasnya.
Selain itu, ia menegaskan komitmennya untuk memperbaiki regulasi dan memastikan pelaku UMKM terbebas dari pungutan liar. “Saya berharap tidak ada lagi pungli! Tidak ada lagi kemudian pungutan-pungutan di luar pungutan ataupun tarif resmi yang ada di peraturan daerah,” tegasnya.
Ia menyebut Pemkab Pekalongan telah membentuk satuan tugas dan menyediakan kanal pengaduan yang dapat digunakan pedagang apabila menemukan adanya pungutan di luar ketentuan.
Sukirman berharap penguatan UMKM dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah. Menurutnya, berkembangnya UMKM akan turut mendorong peningkatan kualitas pembangunan manusia, menurunkan tingkat pengangguran, serta menekan angka kemiskinan.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra sekaligus Plt Kepala Dinkop UKM Naker Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh, dalam laporannya mengatakan PRK 2026 mengusung tema UMKM Maju, Bersatu, dan Berkarya. “Pekan Raya Kajen 2026 menjadi ajang integrasi pameran pelayanan publik, promosi produk unggulan UMKM, seni budaya, serta penguatan ekonomi kerakyatan berbasis kemandirian finansial,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki sejumlah tujuan, di antaranya memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan skala usaha UMKM lokal, menarik wisatawan, memperluas kemitraan bisnis dan investasi, serta menjadi wadah apresiasi budaya dan kreativitas generasi muda.
Masruroh mengungkapkan bahwa PRK 2026 menghadirkan berbagai zona, mulai dari pelayanan publik, UMKM dan produk unggulan, bisnis dan investasi, ekonomi kreatif, wahana dan PKL, hingga produk unggulan dari kecamatan se-Kabupaten Pekalongan.
Selain pameran, kegiatan juga diramaikan Festival Kuliner Legendaris dan Bazar Produk Unggulan UMKM, pagelaran seni budaya, lomba manual brewing coffee, lomba video reels, lomba mewarnai dan tari kreasi anak, serta PKK Idol 2026.
“Tahun ini, terdapat 85 tenda ukuran 3×3 meter dan 19 tenda ukuran 5×5 meter yang digunakan untuk berbagai zona pameran dan bazar. Pembiayaan kegiatan bersumber dari APBD Kabupaten Pekalongan 2026, sponsorship, serta partisipasi pengisi PRK,” jelas Masruroh.
Pada pembukaan tersebut, Pemkab Pekalongan memberikan penghargaan kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal sebagai Kolaborator Terbaik atas dukungannya terhadap pemberdayaan dan pengembangan UMKM Klaster Kopi Kabupaten Pekalongan, Penghargaan kepada Mercy Corps Indonesia sebagai Fasilitator Terbaik atas kontribusinya dalam pemberdayaan UMKM dan penguatan ketahanan iklim.
Selain itu penghargaan juga diberikan kepada pemenang lomba organisasi kepemudaan berprestasi Kabupaten Pekalongan Tahu 2026, serta dilakukan penyerahan sertifikat halal kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).(ktv)