Plt Bupati Sukirman Dorong Cek Kesehatan Gratis Digelar Untuk Masyarakat

PANINGGARAN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengapresiasi kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Santri Gayeng Nusantara (SGN) berkolaborasi dengan RSUD Kajen dan Pemerintah Desa Paninggaran Kecamatan Paninggaran.

Hal itu disampaikan Plt Bupati Pekalongan, Sukirman dalam acara yang diselenggarakan di di Desa Paninggaran, Kecamatan Paninggaran, Sabtu (23/05/2026). 

Sukirman menyampaikan rasa terima kasih atas inisiasi SGN yang dinilai membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Terlebih menghadirkan beliau Wakil Gubernur Jawa Tengah Gus Yasin yang merupakan Panglima Santri Gayeng Nusantara. Ini tentu saja membantu Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam upaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan khususnya di bidang kesehatan,” ujar Sukirman.

Menurutnya, pemerintah sangat membutuhkan keterlibatan kelompok masyarakat dalam memberdayakan dan melayani masyarakat, terutama di sektor pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan.

“Dibutuhkan keguyuban, kegayengan bersama-sama untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, apalagi pelayanan dasar di bidang kesehatan dan juga di bidang pendidikan,” katanya.

Sukirman menambahkan, saat ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan tengah berupaya bangkit dan terus melakukan introspeksi diri untuk menjalankan roda pemerintahan dengan lebih baik.

“Pemerintah Kabupaten Pekalongan hari ini sedang berusaha bangkit, sedang berusaha introspeksi diri, sedang berusaha untuk kembali menjalankan roda pemerintahan dengan baik dan memberikan pelayanan kepada masyarakat seoptimal mungkin,” tuturnya.

Ia menilai kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis seperti yang digelar SGN perlu terus didorong karena mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan sebagai kebutuhan dasar.

Dalam kesempatan itu, Sukirman juga mengimbau masyarakat agar tidak takut menjalani pemeriksaan kesehatan gratis. Menurutnya, pemeriksaan tersebut merupakan langkah pencegahan dini terhadap berbagai penyakit.

“Ini adalah upaya kita, upaya pemerintah dalam mencegah adanya penyakit-penyakit yang berkelanjutan. Jadi antisipasi dini,” ujarnya.

Sementara itu, Panglima Santri Gayeng Nusantara sekaligus Wakil Gubernur Jawa Tengah, Muhammad Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin juga mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan, SGN, dan RSUD Kajen dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Hari ini saya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang bekerja sama dengan Santri Gayeng Nusantara, mengintegrasikan RSUD Kajen memberikan pelayanan kesehatan, cek sehat gratis, lalu ada speling (spesialis keliling), dan yang paling utama ada penyakit dalam lalu ada psikolog,” katanya.

Panglima Santri Gayeng Nusantara tersebut menjelaskan, layanan tersebut penting untuk mengintervensi persoalan kesehatan yang saat ini cukup tinggi di masyarakat, seperti tuberkulosis (TBC), gangguan kesehatan mental, hingga kasus perundungan atau bullying.

“Tadi juga dikatakan sampai ada yang mau bunuh diri. Artinya ini memang sudah darurat, harus kita tangani bersama-sama,” ungkapnya.

Gus Yasin menegaskan, program pemeriksaan kesehatan atau screening kesehatan terus dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di berbagai daerah. Bahkan, RSUD disebut rutin melaksanakan screening kesehatan sebanyak 15 kali setiap bulan. Karena itu, ia mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai langkah deteksi dini penyakit.

“Ketika ada pemeriksaan gratis, khususnya speling (spesialis keliling) datang. Karena itu adalah pencegahan dini. Jadi penyakit itu jangan dianggap yang kesemutan atau senut-senut itu biasa. Ada penyakit-penyakit yang sebenarnya tidak kita rasakan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya persoalan kesehatan mental di kalangan generasi muda yang perlu mendapatkan perhatian bersama. “Iya termasuk itu yang mental, perlu diantisipasi,” tambahnya.

Sedangkan, Ketua Santri Gayeng Nusantara Kabupaten Pekalongan, K.H. Dr. Sabilal Rosyad menegaskan bahwa SGN merupakan organisasi sosial yang tidak memiliki afiliasi politi.

“Santri Gayeng Nusantara ini adalah murni organisasi sosial. Sama sekali tidak ada afiliasi dengan partai apa pun. Kami hanya bergerak dalam bidang sosial, keagamaan, dan ekonomi. Tugas kami adalah membantu masyarakat,” tegasnya.

Ia mengatakan, berbagai kegiatan sosial SGN didukung secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan mitra pemerintah. Sejumlah program yang telah dijalankan di antaranya bantuan sosial, bantuan bencana, dan kegiatan kemanusiaan lainnya.

“Atas nama Santri Gayeng Nusantara, dengan sepenuh hati kami mengucapkan banyak terima kasih. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa mengetuk pintu rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pungkasnya.(ktv)

Share