Kemarau, Petani Beralih Tanam Jagung

Kemarau, Petani Beralih Tanam Jagung

Sragi  –  Kemarau panjang petani Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah terpaksa gunakan pompa untuk mengairi sawah, lahan padi yang sudah mengering diairi dan beralih ditanami jagung agar lebih hemat biaya produksinya.

Kemarau berkepanjangan membuat lahan persawahan di Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah mengering, padi sebagian besar telah panen dan tanah sawah terlihat pecah- pecah  karena tak ada air.

Sebagian petani berusaha untuk membuat sumur pantek agar bisa tetap mengolah lahannya, lahan kering diairi dari sumur buatan untuk ditanami jagung, hal ini gar lahan tidak terbengkelai dan bisa dimanfaatkan.

Sepeti dilakukan taryani warga Sragi Pekalongan ini, dia membuat sumur pantek dan kemudian disedot menggunakan mesin pompa air, lahan padi diganti menjadi lahan jagung agar biaya lebih hemat dan kebutuhan air juga tidak banyak.

Disebutkan untuk membuat sumur pantek berkisar Rp 1,5 juta  ditambah mesin pompa sekitar Rp 5 juta, untuk operasional pompa setiap penyedotoan dibutuhkan BBM bensin/pertalite sekitar 250 ribu, selama masa tanam sekitar seminggu dua sampai 3 kali penyiraman selama tiga bulan.

Sebenarnya biaya lahan saat kemarau ini juga cukup tinggi namun pihaknya teteap melakukan penanaman karena untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari.

Namun bagi petani yang kesulitan modal mereka membairkan saja lahan mengering tak ada tanaman sama sekali, irigasi dari bendungan sudah tidak mengalir karena air sungai juga sudah mengering.(4son)

Share

Komentar ditutup.