Keberatan Dilabelisasi Warga Miskin, Penerima BST Pilih Mundur

Keberatan Dilabelisasi Warga Miskin, Penerima BST Pilih Mundur

TIRTO  –  Pemerintah Kabupaten Pekalongan mulai melakukan labelisasi program Bantuan Sosial Tunai (BST) maupun Program Keluarga Harapan (PKH) bagi penerima manfaat. Labelisasi dilakukan untuk validasi data terbaru dengan menerjunkan tim gabungan dari kecamatan, desa, pendamping serta aparat keamanan. Tujuanya selain mendapatkan pembaharuan data kemisikinan juga menjadi seleksi kelayakan penerima. Bagi warga yang kondisi ekonominya menjadi lebih baik didorong untuk mandiri dengan mengalihkan haknya kepada yang lain. Namun bila masih enggan maka petugas akan memasang label warga miskin dengan cat semprot yang ditempel di dinding.

 

Penempelan label warga miskin di dinding rumah penerima manfaat mulai dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, melalui petugas gabungan di tingkat Kecamatan. Ada 285 desa yang tersebar di 19 Kecamatan secara bertahap atau terjadwal melakukan labelisasi terhadap penerima BST maupun PKH, seperti yang saat ini sedang berlangsung di Desa Wuled Kecamatan Tirto. Sebanyak 260 warga menjadi penerima BST dan 94 warga menjadi penerima bantuan PKH.

 

Sementara itu salah satu warga yang secara sadar mundur dari program BST mengaku baru sekali menerima bst di masa pandemi maupun PPKM. Namun dengan adanya label warga miskin yang akan ditempel petugas menyebabkan dirinya keberatan, dan memilih mundur.

 

Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) Desa Wuled menuturkan program labelisasi warga miskin cukup efektif menguji tingkat kesadaran warga dalam berprilaku jujur terhadap kondisi ekonomi saat ini. Dari tiga rumah yang sudah ditempel label warga miskin, setidaknya sudah ada satu keluarga yang secara sukarela mengundurkan diri, dan menyerahkan haknya kepada petugas. Sebagai tanda bukti mundur, petugas memberikan dokumen yang berisi pernyataan bermaterai.

 

Dari data Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan terdapat 51.531 warga menjadi penerima BST dan 71.958 warga menjadi penerima BSP. Sedangkan penerima bantuan PKH masih dilakukan pemutahiran data, termasuk jumlah temuan warga yang mengundurkan diri sebagai penerima manfaat masih belum terinput datanya karena program labelisasi baru berjalan.(4son-3D)

Share

Komentar ditutup.