“Jaman Sayki”, Plt Bupati Sukirman Ajak Masyarakat Ramaikan UMKM Center

KEDUNGWUNI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengajak masyarakat untuk berkunjung dan meramaikan UMKM Center di Jl. Raya Madukaran, Kedungwuni Barat, Kec. Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, khususnya area Kuliner “Jaman Sayki” yang menghadirkan beragam jajanan modern dan kekinian. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri pembukaan sekaligus tasyakuran Kuliner “Jaman Sayki” di UMKM Center, Jum’at (9/10/2026) pagi.

Sukirman mengatakan, UMKM Center menjadi wadah bagi para pelaku usaha untuk memasarkan berbagai produk kuliner, mulai dari jajanan tradisional hingga makanan dan minuman kekinian yang digemari generasi muda. “Ini kita buka pada hari Jumat, Sabtu, Minggu. Silakan generasi Gen Z, generasi milenial datang ke sini, berbagai pilihan aneka ragam jajanan jadul maupun jajanan kekinian. Dan bisa sambil jalan-jalan di sirkuit motor.” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk menikmati beragam kuliner yang tersedia dengan harga terjangkau dan kualitas rasa yang tidak kalah dengan produk yang dijual di toko-toko terkenal. “Sedulur-sedulurku kabeh, datanglah ke UMKM Center yang ada di Wonopringgo, Surabayan persisnya atau Madukaran, yang memang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Di sana berbagai aneka ragam jajanan mulai jajanan jadul seperti keong, sate kikil, kluban bothok, pindang tetel. Lalu di jajaran kekinian ada kopi, ada dimsum, ada cake, dan seterusnya ada di UMKM Center,” ajaknya.

Sukirman menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berencana menghadirkan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke kawasan tersebut. Selain aktivitas kuliner yang berlangsung setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu, kawasan UMKM Center juga direncanakan menjadi lokasi bursa mobil bekas setiap Rabu. “Tadi Kepala Dinas Dinkop UKM dan Naker menyampaikan ada terobosan pameran mobil-mobil second, mobil-mobil yang masih layak jual. Ini tentu saja akan semakin menambah kesemarakan hari Rabu ya, karena untuk mengisi hari Jumat, Sabtu, Minggu yang memang ini jadi primadona masyarakat, lalu kemudian Rabunya kita isi dengan pameran mobil,” jelasnya.

Selain itu, Sukirman mengatakan bahwa Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan pengembangan berbagai kegiatan di sirkuit untuk menambah daya tarik pengunjung. “Kita akan aktivasi sirkuit yang sudah kita bangun. Ini harus ada banyak event di sirkuit tersebut. Kita sedang melangkah untuk bekerja sama dengan para promotor agar kemudian bisa mengelola dengan baik sirkuit kita dan banyak event di sini,” ungkapnya.

Menurut Sukirman, keberlangsungan UMKM Center membutuhkan partisipasi dan kolaborasi semua pihak, terutama para pelaku usaha. Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga berupaya melengkapi fasilitas penunjang, di antaranya akses jalan, tempat parkir, dan perbaikan fasilitas MCK, sehingga pengunjung semakin nyaman saat berwisata kuliner. Ia turut mengajak pelaku UMKM untuk menyampaikan gagasan dan berinovasi dalam memasarkan produk lokal agar semakin dikenal serta menjadi pilihan masyarakat. “Kepada para pelaku usaha UMKM bilamana mempunyai gagasan-gagasan ide untuk sama-sama kita memasarkan produk-produk kita, sama-sama membuat prospektif produk-produk kita ini diterima oleh masyarakat dan menjadi kebutuhan yang memang layak untuk dikonsumsi, monggo. Itu disampaikan karena barangkali keterbatasan pikir dari pemerintah dan kreativitasnya barangkali juga ada di panjenengan semua, itu bisa disampaikan kepada kita,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Argo Yudha Ismoyo, menyampaikan bahwa pengelolaan kawasan UMKM Center kini telah dibagi berdasarkan zonasi kuliner untuk menarik lebih banyak pengunjung. “Gedung A itu untuk jajanan legendaris, Gedung B sebagai aula pertemuan, dan Gedung C ini nanti khusus jajanan modern. Insya Allah dan mudah-mudahan ini menjadi langkah awal supaya UMKM Center ini bisa ramai,” ujar Argo.

Selain penataan kawasan kuliner, penunjang di sekitar UMKM Center juga terus dikembangkan, mulai dari sirkuit balap motor, pelebaran jalan akses masuk, hingga rencana penyelenggaraan bursa mobil bekas setiap hari Rabu. Pengembangan ini dilakukan untuk mengatasi kondisi UMKM Center yang saat ini baru ramai pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Meski demikian, Argo menyebutkan ada beberapa fasilitas mendasar yang masih membutuhkan perhatian dan perbaikan, terutama akses sarana kebersihan dan sanitasi bagi para pedagang. “Tinggal nanti ada bantuan untuk MCK, karena kondisi yang ada saat ini kurang baik. Terus yang kedua berkaitan dengan sampah, teman-teman legendaris ini dalam satu minggu tiga kali sampahnya sudah tiga gerobak dan sementara dibakar sendiri bikin tungku di belakang karena gerobaknya belum ada. Nanti kami akan ajukan ke Dinas Perkim untuk bantuan gerobak karena teman-teman juga butuh itu, ” jelasnya.

Untuk mendukung keberlangsungan UMKM Center secara berkesinambungan, Dinkop UKM dan Naker Kabupaten Pekalongan juga akan menggandeng akademisi, salah satunya melalui kolaborasi dengan ITSNU Pekalongan yang telah membangun Laboratorium Digital Marketing. Laboratorium tersebut diharapkan dapat membantu menyosialisasikan kawasan UMKM Center agar semakin dikenal dan menarik minat masyarakat luas.

Perwakilan pedagang Kuliner “Jaman Sayki”, Yanti, menyambut baik dukungan pemerintah daerah dan berharap kawasan tersebut semakin ramai dikunjungi masyarakat. Ia berharap ke depan para pedagang kuliner modern dapat berkolaborasi dengan pedagang jajanan legendaris agar aktivitas perdagangan di UMKM Center bisa berlangsung setiap hari. “Harapan kami semoga ke depan kita itu bisa buka tiap hari, Pak. Dan harapannya untuk di lingkungan sini itu selalu ada kegiatan untuk bisa menarik para pengunjung agar bisa datang dan meramaikan kegiatan jualan kita. Dan kami juga berharap dengan adanya kita nanti kita bisa berkolaborasi dengan Legendaries. Jadi nanti nantinya ke depan di sini itu ramai tiap hari. Bahkan kalau bisa sampai malam pun kita siap,” ungkap Yanti.(ktv)

Share