
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengapresiasi kreativitas pelajar MTs Salafiyah Simbang Kulon yang tergabung dalam media An-Najah. Apresiasi tersebut disampaikan saat dirinya mengikuti wawancara podcast bersama pelajar MTs Salafiyah Simbang Kulon di ruang rapat Bupati Pekalongan, Kamis (17/9/2026) sore.
Menurut Sukirman, media An-Najah yang hadir dalam bentuk majalah dan dikembangkan melalui berbagai platform media sosial merupakan langkah positif dalam mendorong budaya literasi di kalangan pelajar.
“Saya baru saja diwawancarai oleh pelajar MTs Simbang Kulon yang tergabung di media An-Najah. Media ini merupakan media terbitan dari MTs Simbang Kulon berupa majalah dan media sosial atau An-Najah Media melalui berbagai platform media sosial. Ini sungguh luar biasa, satu kreativitas dari anak-anak MTs Simbang Kulon yang berani menunjukkan satu langkah upaya untuk literasi,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keberanian para pelajar dalam berkomunikasi dengan pihak luar, khususnya ketika melakukan wawancara dengan narasumber. Pemkab Pekalongan, lanjutnya, siap memberikan dukungan agar media pelajar tersebut dapat terus berkembang.
“Pemkab Pekalongan juga sedang berkonsentrasi untuk menggalakkan literasi. Kita akan memberikan dukungan penuh, diantaranya tentu saja kerja sama yang nanti akan kita dorong agar An-Najah ini semakin berkembang dengan berbagai cara, lalu kemudian menjadi literasi yang diunggulkan di kalangan pelajar,” katanya.
Dalam sesi Podcast dengan An-Najah, Plt Bupati Sukirman menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah mempersiapkan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang akan diperingati pada 22 Oktober mendatang. Persiapan dilakukan bersama organisasi kemasyarakatan, para kiai, pengasuh pondok pesantren, serta lembaga Pendidikan.
“Anggaran sudah kita siapkan. Lalu kemudian sudah juga rembugan atau musyawarah dengan NU, dengan para kiai, dengan pengasuh-pengasuh pondok pesantren, dengan RMI, terus kemudian dengan Muhammadiyah, dengan para tokoh kiai-kiai juga untuk merencanakan bersama,” ujar Sukirman.
Menurutnya, sejumlah kegiatan yang dipersiapkan antara lain upacara, karnaval, serta berbagai perlombaan. Ia berharap pelaksanaan karnaval tahun ini dapat dikemas lebih baik dengan konsep yang matang.
“Ya harapan kita nanti sekolah-sekolah ingin menampilkan terbaik, tapi dengan terkonsep. Jadi konsepnya insya Allah cukup sekali tidak akan terulang lagi karnaval yang kemarin sempat viral itu. Itu menjadi bagian pelajaran penting dan hikmah yang sangat besar bagi kita. Kita harus koreksi masing-masing, sudah close, tidak perlu saling menyalahkan, tetapi kita perbaiki karnaval ke depan yang lebih baik lagi,” ungkapnya.
Ia juga mendorong agar peringatan Hari Santri dapat melibatkan seluruh kalangan, tidak hanya pondok pesantren atau lembaga pendidikan Islam. Menurutnya, semangat Hari Santri merupakan bagian dari perjalanan santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Karena kan hari ini mungkin masih terkotak-kotak bahwa Hari Santri itu milik NU saja, padahal Hari Santri ini total adalah untuk santri. Santri dari mana, kalangan mana pun itu adalah Hari Santri ini untuk semuanya. Pemerintah juga hari ini sedang mendorong agar peringatan santri ini tidak hanya diikuti oleh lembaga-lembaga pendidikan Islam atau pondok pesantren, tetapi juga lembaga-lembaga pendidikan umum,” jelas Sukirman.
Lebih lanjut, Sukirman menegaskan, peringatan HSN tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan para santri. Menurutnya, santri perlu memiliki bekal ilmu agama sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Santri harus melek teknologi, tidak boleh ketinggalan. Kalau punya handphone, komputer, laptop, iPad, tablet, atau apapun, ini bisa dimanfaatkan untuk merengkuh informasi seluas mungkin. Tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk informasi dan berbagai hal yang bermanfaat. Artinya, santri selain mempunyai bekal ilmu yang cukup, juga harus mempunyai keterampilan, termasuk keterampilan ekonomi, kreativitas, dan seterusnya,” ungkapnya.
Menutup perbincangan, Sukirman berpesan kepada para santri dan pelajar agar memahami sejarah Hari Santri, rajin belajar, menghormati orang tua, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif.
“Belajar yang rajin, menguasai ilmu yang lengkap, ilmu keagamaan maupun ilmu pengetahuan. Kemudian ketakziman, ketawadukan kepada orang tua, dan adaptasi sesuai perkembangan zaman,” pungkasnya.(ktv)