Alami Lonjakan Signifikan, Kabupaten Pekalongan Raih Penghargaan Pertumbuhan PMDN Tertinggi di Jawa Tengah Tahun 2025

SEMARANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menorehkan prestasi membanggakan di bidang investasi yakni berhasil meraih penghargaan sebagai daerah dengan pertumbuhan realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tertinggi tahun 2025 berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia tahun 2025.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman dalam acara Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan UMKM Gayeng 2026 yang berlangsung di PO Hotel Semarang, Senin (11/05/2026).

Dalam keterangannya usai menerima penghargaan, Plt Bupati Pekalongan Sukirman menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut. Ia mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan baru saja mengikuti kegiatan CJIBF dan UMKM Gayeng 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia, Kadin, serta berbagai stakeholder terkait.

“Alhamdulillah, kami mendapatkan penghargaan ini. Tentu ini menjadi spirit bagi kami untuk terus meningkatkan peran UKM dan UMKM dalam menumbuhkembangkan perekonomian yang ada di Kabupaten Pekalongan,” ujar Sukirman.

Berdasarkan data yang disampaikan, realisasi investasi PMDN Kabupaten Pekalongan mengalami lonjakan signifikan. Pada tahun 2024 nilai PMDN Kabupaten Pekalongan tercatat sebesar Rp.61.426,17 juta, kemudian meningkat drastis pada tahun 2025 menjadi Rp. 431.038,65 juta atau tumbuh sebesar 601,72 persen.

Capaian tersebut menjadi yang tertinggi dibanding sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. Kabupaten Temanggung mencatat pertumbuhan sebesar 167,68 persen, dari Rp.123.774,68 juta pada tahun 2024 menjadi Rp.331.325,49 juta pada tahun 2025. Kota Salatiga mengalami pertumbuhan 160,67 persen, dari Rp.291.967,04 juta menjadi Rp.761.058,09 juta.

Sementara itu, Kabupaten Blora mencatat pertumbuhan 115,36 persen dari Rp.759.652,42 juta menjadi Rp.1.635.990,00 juta, dan Kabupaten Magelang tumbuh 101,23 persen dari Rp.487.115,55 juta menjadi Rp.980.208,51 juta.

Menurut Sukirman, penghargaan tersebut tidak lepas dari kontribusi seluruh pelaku usaha dan UMKM di Kabupaten Pekalongan yang terus berkembang dan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.

“Selamat tentu saja atas capaian ini. Kami cukup berbangga karena seluruh pelaku UMKM turut berkontribusi sehingga Kabupaten Pekalongan mendapatkan penghargaan tertinggi sebagai daerah dengan pertumbuhan PMDN tertinggi,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi untuk terus menciptakan iklim investasi yang sehat, memperkuat sektor UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih maju dan berkelanjutan.(ktv)

Share