Tinjau 4 Lokasi, Plt Bupati Sukirman Cek Progres Pembangunan Jalan

TIRTO – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan Sukirman, didampingi Kepala Perangkat Daerah terkait meninjau sejumlah ruas jalan yang tengah dalam proses perbaikan, Rabu (9/9/2026).

Peninjauan dilakukan di empat lokasi, yakni ruas jalan depan SMP Negeri 1 Tirto hingga bawah terowongan rel kereta api Desa Pacar, ruas jalan Bligo–Watusalam, ruas jalan Watusalam–Karangdadap, serta ruas jalan Doro Kroyakan.

Di ruas jalan depan SMP Negeri 1 Tirto hingga bawah terowongan rel kereta api Desa Pacar, Plt Bupati melihat langsung progres pembangunan saluran air dan peningkatan badan jalan. Menurutnya, pembangunan saluran air di depan SMP Negeri 1 Tirto telah berjalan dengan baik. Sementara badan jalan saat ini masih dalam tahap peninggian sebelum dilakukan pengecoran.

“Di depan SMP 1 Tirto, tim DPU sudah menbuat saluran drainase yang saya kira cukup memadai. Lalu kemudian jalannya sementara masih dalam tahap peninggian dulu. Nanti setelah itu dicor. Tidak lama lagi lah, bismillah,” ujar Plt Bupati.

Sukirman juga meninjau penanganan drainase di bawah rel kereta api. Menurutnya, pembangunan gorong-gorong dan saluran air di kawasan tersebut memiliki tantangan tersendiri karena membutuhkan koordinasi dengan masyarakat. Ia mengapresiasi dukungan masyarakat sekitar sehingga proses pembangunan drainase dapat berjalan. 

“Alhamdulillah, dengan bantuan warga bisa tersosialisasi dengan baik, sehingga pembangunan gorong-gorongnya, drainase bisa terlaksana. Diharapkan mengurangi genangan. Menurut penilaian warga, Insya Allah sudah tidak akan terjadi genangan lagi. Karena dua saluran,” katanya.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke ruas jalan Bligo – Watusalam. Sukirman menyampaikan, ruas jalan tersebut telah diperbaiki setelah sebelumnya menjadi salah satu aspirasi masyarakat. Ia meminta masyarakat turut menjaga kondisi jalan yang telah dibangun dengan menggunakannya secara tertib dan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak jalan.

“Jalan yang sebelumnya disampaikan masyarakat sebagai aspirasi, alhamdulillah sudah kita perbaiki. Sekarang sudah lebih halus dari Bligo sampai Watusalam. Mari kita rawat dan jaga bersama-sama. Jangan digunakan untuk trek-trekan,” tegasnya.

Menurut Sukirman, pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Pekalongan dilakukan secara bertahap berdasarkan perencanaan dan kemampuan anggaran daerah. Ia menegaskan, seluruh ruas jalan di Kabupaten Pekalongan menjadi perhatian pemerintah daerah. Karena itu, penanganan tidak semata-mata berdasarkan tingkat viralnya suatu ruas jalan, tetapi melalui perencanaan yang disusun perangkat daerah.

“Sesungguhnya semua jalan adalah prioritas dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan. PU sudah mengatur sedemikian rupa, Bapperida sudah mengatur anggarannya hanya proses waktu. Jadi, viral atau tidak viral, jalan-jalan yang ada di Kabupaten Pekalongan insyaallah terus bertahap kita perbaiki,” ungkapnya.

Selanjutnya, Sukirman meninjau pekerjaan Jalan Raya Watusalam menuju Karangdadap. Progres pekerjaan di ruas tersebut telah mencapai sekitar 36 persen. Berdasarkan hasil pemantauan tim pengawas, konstruksi jalan dinilai telah memenuhi ketentuan. Pekerjaan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan masa perawatan beton selama 21 hari sebelum ruas tersebut dapat dilalui.

“Ini sudah berproses sekitar 36 persen. Menurut tim pengawas, konstruksinya sudah representatif dan sesuai aturan. Kita tunggu sampai 21 hari untuk perawatan, kemudian dilanjutkan ke sisi sebelahnya,” jelas Sukirman.

Pembangunan ruas Jalan Watusalam-Karangdadap tersebut memiliki nilai sekitar Rp. 5,8 miliar dengan panjang kurang lebih 1,575 kilometer. Struktur jalan menggunakan beton dengan ketebalan sekitar 30 sentimeter. Sukirman menyebut pekerjaan ditargetkan rampung pada November 2026. Selama pekerjaan berlangsung, arus lalu lintas masih dapat berjalan meskipun pada waktu tertentu berpotensi mengalami perlambatan.

“Targetnya November selesai tuntas dan bisa kita lewati bersama. Untuk saat ini lalu lintas masih lancar, meskipun pada jam-jam tertentu mungkin ada sedikit keterlambatan,” katanya.

Peninjauan terakhir dilakukan di ruas Jalan Doro Kroyakan. Di lokasi tersebut, pembangunan jalan telah selesai dan dilakukan pemeriksaan ketebalan menggunakan alat ukur. 

Dituturkan Plt Bupati Sukirman hasil pengukuran awal menunjukkan ketebalan konstruksi telah sesuai ketentuan, bahkan terdapat bagian yang memiliki ketebalan lebih. Selanjutnya, sampel akan menjalani pengujian di laboratorium di Semarang untuk memastikan kualitas dan tingkat kepadatan konstruksi.

“Pengaspalan jalan Doro Kroyakan ini kalau dari ukuran ketebalan memang sudah sesuai, bahkan ada kelebihan begitu. Nah, tinggal nanti uji lab-nya itu soal kualitas kepadatan dan seterusnya. Artinya ini memang sudah sesuai aturan dan kami bersama pelaksana proyeknya terus akan menjaga pemeliharaannya,” tutur Plt. Bupati.

Ruas Jalan Doro Kroyakan memiliki panjang sekitar 700 meter dengan lebar 5 meter dan menjadi salah satu akses menuju wilayah Petungkriyono. Plt. Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga akan terus memperhatikan kebutuhan infrastruktur di wilayah atas, termasuk akses jalan dan jembatan.

“Ini akses utama juga menuju ke Petungkriyono. Nah, tinggal nanti kita berpikir bagaimana daerah atas Petungkriyono ini juga yaitu jalan yang bisa kita lewati itu, termasuk jembatan Bailey,” tegasnya.

Sukirman menegaskan, setelah hasil pemeriksaan teknis selesai, ruas tersebut akan memasuki tahapan serah terima. Pemerintah daerah bersama pihak pelaksana proyek juga berkomitmen menjaga kualitas dan melakukan pemeliharaan jalan.(ktv)

Share