
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, menghadiri pelantikan Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pekalongan periode 2026–2027 yang digelar di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis (30/04/2026).
Dalam sambutannya, Sukirman berharap kepengurusan baru PMII mampu bergerak cepat dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program serta kontribusi pemikiran dari kalangan mahasiswa.
“Saya berharap PMII di bawah kepengurusan yang baru bisa berakselerasi, melakukan percepatan-percepatan, serta menjaga keberlangsungan program agar tidak terputus dan tetap memberi manfaat secara berkesinambungan, adaptif dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat membutuhkan gagasan-gagasan segar dari kader PMII yang dinilai masih memiliki idealisme tinggi serta nilai perjuangan yang kuat. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan PMII.
“Selama ini PMII mampu memberikan sinergi dan sumbangsih pemikiran yang baik bagi Kabupaten Pekalongan. Saya berkomitmen akan terus bersinergi. Tidak mungkin saya meninggalkan PMII apalagi mengabaikannya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabicab) PMII Pekalongan sekaligus Rektor UIN Gus Dur, Zaenal Mustakim, menekankan bahwa jabatan dalam organisasi merupakan amanah untuk berkhidmat, bukan untuk berkuasa.
“Jabatan itu bukan siapa yang paling berkuasa, tapi siapa yang paling bisa berkhidmat untuk organisasi,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pembenahan organisasi di tingkat cabang, penguatan nilai dasar ideologi PMII, serta menjaga integritas dan akhlak dalam menjalankan peran organisasi. Selain itu, ia mendorong agar PMII terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah.
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PMII, M. Sofiyullah Cokro, dalam arahannya menyebut pelantikan ini sebagai momentum strategis bagi pengurus baru untuk menjalankan peran organisasi secara maksimal. Ia menegaskan bahwa kader PMII harus berani bersikap, baik sebagai mitra strategis maupun mitra kritis pemerintah.
“Jangan takut untuk melakukan apa pun. Saya titipkan kepada para ketua cabang bahwa peran seluruh pengurus di PC PMII Pekalongan ada di tangan Anda. Cita-cita sahabat-sahabat juga ada pada Anda. Kita tidak boleh kalah dalam bercita-cita, terutama dalam konteks gerakan produktif sebagai pengurus cabang, bukan cita-cita pribadi. Untuk satu periode ke depan, kesampingkan dulu kepentingan pribadi. Fokuskan cita-cita pada tujuan organisasi PC PMII Pekalongan, yakni mewujudkan transformasi,” pesannya.
Senada dengan itu, Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Tengah, Ahmad Farichin, menekankan pentingnya peran ganda PMII sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis.
Ia mendorong seluruh kader PMII di daerah untuk aktif menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“PMII harus mampu mengiringi perkembangan zaman, menjadi organisasi yang adaptif, serta mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah di masing-masing daerah,” katanya.
Di sisi lain, Ketua PC PMII Kabupaten Pekalongan yang baru dilantik, Ahmad Nur Khozin, menegaskan bahwa PMII memiliki landasan nilai yang kuat melalui konsep trilogi, yakni dzikir, fikir, dan amal saleh.
Ia menyebut nilai tersebut menjadi ruh gerakan PMII dalam mencetak kader yang berintegritas, intelektual, dan professional.
“Rumusan tersebut bukan sekadar jargon, tetapi menjadi nilai filosofis PMII dalam mewujudkan kader sebagai insan ulul albab,” jelasnya.
Khozin juga menekankan pentingnya empati dan kepekaan sosial di tengah era pasca-kebenaran, serta menegaskan bahwa kader PMII harus mampu menjadi agen perbaikan di masyarakat.
“Momentum pelantikan ini tidak hanya seremonial, tetapi menjadi peneguhan nilai dalam memperjuangkan khittah pergerakan,” pungkasnya.
Kegiatan pelantikan turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir, unsur Forkopimda seperti Kapolres Pekalongan dan Dandim 0710 Pekalongan, jajaran pemerintah daerah, serta tokoh akademisi dan kemasyarakatan serta tamu undangan lainnya.(ktv)an serta tamu undangan lainnya.(ktv)