Untuk Kota Santri Bersih, Armada Truk Sampah Jadi Perhatian Bupati Fadia

KAJEN –  Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menaruh perhatian serius terhadap kondisi armada truk pengangkut sampah milik Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) di Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, pembenahan armada menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan demi mewujudkan daerah yang bersih dan indah.

Fadia mengungkapkan, saat ini masih terdapat sejumlah truk pengangkut sampah yang kondisinya kurang layak operasional. Bahkan, ada kendaraan yang dinilai sudah tidak optimal untuk menunjang pelayanan kebersihan.

“Masih ada sedikit PR untuk kita, bahwa truk pengangkut sampah yang ada di Perkim ini harus menjadi bahan perhatian. Ada truk pengangkut sampah yang tidak mogok saja sudah bagus, karena keadaannya seperti ini,” ujarnya.

Ia meminta jajaran terkait untuk memberikan perhatian khusus terhadap peremajaan dan perawatan armada. Menurutnya, kondisi kendaraan yang sudah tua dan rusak tentu akan menghambat pelayanan kebersihan kepada masyarakat.

“Mohon untuk itu kita perhatikan supaya ada truk yang bagus, karena sudah banyak yang seperti rongsokan. Kalau memang perlu diadakan (pengadaan baru), ya kita adakan,” tegasnya.

Bupati menekankan bahwa kebersihan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Dengan armada yang memadai, pengangkutan sampah dapat berjalan lebih maksimal sehingga lingkungan tetap terjaga.

“Karena kita memang ingin Kabupaten Pekalongan ini bersih dan indah,” pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, didampingi Wakil Bupati, Sukirman, menyerahkan secara simbolis bantuan 20 kendaraan roda tiga pengangkut sampah kepada 20 lembaga atau kelompok masyarakat di Kabupaten Pekalongan. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Pekalongan.

Dalam sambutannya, Bupati Fadia menyampaikan harapannya agar setiap desa di Kabupaten Pekalongan ke depan dapat memiliki kendaraan pengangkut sampah serupa. “Saya senang bisa bersama Pak Wakil hadir memberikan bantuan kendaraan pengangkut sampah Perkim LH Kabupaten Pekalongan untuk 20 lembaga masyarakat. Insya Allah ke depan akan terus kita tambah, saya berharap semua desa di Kabupaten Pekalongan nantinya memiliki kendaraan pengangkut sampah seperti ini,” ujar Bupati Fadia.

Menurutnya, keberadaan kendaraan pengangkut sampah sangat membantu masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia menekankan bahwa sampah yang dibiarkan menumpuk dapat menimbulkan penyakit serta mengurangi keindahan lingkungan. “Tempat sebagus apa pun kalau ada sampahnya tidak akan indah. Sampah yang kotor di sekitar kita bisa menyebabkan penyakit, maka harus kita kelola bersama-sama,” tegasnya.

Bupati Fadia juga mengungkapkan bahwa dirinya baru saja mengikuti arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan terkait persoalan sampah di sejumlah daerah. “Kemarin saya mengikuti arahan langsung Bapak Presiden Prabowo. Beliau menegaskan bahwa sampah yang berkeliaran di mana-mana itu memalukan dan harus kita bersihkan bersama,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, Bupati meminta agar kegiatan kerja bakti kebersihan di desa-desa dijadwalkan secara rutin minimal sebulan sekali. “Saya minta kepada Kepala Dinas PMD agar seluruh kepala desa membuat jadwal kerja bakti minimal sebulan sekali untuk membersihkan sampah di wilayahnya masing-masing,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia juga menyampaikan apresiasi kepada tim dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah bekerja keras dalam penataan kawasan kumuh, sehingga Kabupaten Pekalongan berhasil meraih juara tiga tingkat Provinsi Jawa Tengah. “Alhamdulillah Kabupaten Pekalongan masuk tiga besar dalam penataan kawasan kumuh tingkat Provinsi Jawa Tengah. Ini semua berkat kerja keras bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkim LH Kabupaten Pekalongan, M. Abduh Gazali, mengungkapkan bahwa dalam kegiatan tersebut, diserahkan sebanyak 20 unit kendaraan roda tiga yang tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Kedungwuni sebanyak 10 unit, Kecamatan Tirto 4 unit, Kecamatan Doro 2 unit, Kecamatan Bojong 1 unit, Kecamatan Kajen 1 unit, dan Kecamatan Karanganyar 1 unit.

Ia menjelaskan bahwa penyerahan bantuan kendaraan roda tiga bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. “Bantuan ini diharapkan dimanfaatkan oleh kelompok masyarakat yang paling dekat dengan sumber sampah, sehingga proses pengambilan dan pengangkutan sampah dapat berjalan lebih optimal,”jelasnya.(ktv)

Share

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *