
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan memastikan perbaikan infrastruktur jalan, baik yang berstatus jalan provinsi maupun kabupaten, tetap menjadi prioritas. Meski demikian, eksekusi perbaikan secara menyeluruh akan dilakukan setelah musim hujan berakhir demi memastikan hasil yang optimal dan konstruksi yang lebih tahan lama.
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, mengungkapkan bahwa untuk ruas jalan provinsi yang melintasi wilayahnya, pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Pertama, soal jalan provinsi di Kabupaten Pekalongan, saya sudah komunikasi dan koordinasi dengan Gubernur serta Bappeda di sana,” ujar Fadia, Jumat (28/2).
Sementara untuk jalan kabupaten, perbaikan baru akan dimulai setelah intensitas hujan menunjukkan penurunan signifikan. Fadia menegaskan bahwa anggaran untuk penanganan jalan tersebut sejatinya telah dialokasikan oleh pemerintah daerah.
“Kalau untuk jalan Kabupaten Pekalongan, setelah musim hujan ini selesai insyaallah perbaikan-perbaikan akan jalan. Kita sudah ada anggaran untuk perbaikan jalan,” jelasnya.
Fadia menekankan bahwa kebijakan menunda perbaikan permanen ini diambil untuk menjaga kualitas dan keawetan aspal. Perbaikan di tengah tingginya curah hujan dinilai tidak efektif dan hanya akan menyia-nyiakan anggaran karena jalan berpotensi cepat rusak kembali.
“Tenang saja, akan diperbaiki. Namun kita menunggu musim hujan reda, karena kalau hujan diperbaiki maka akan cepat rusak, berlubang lagi, dan hancur lagi,” katanya.
Kendati demikian, Pemkab Pekalongan tidak tinggal diam. Untuk titik-titik kerusakan parah yang dinilai membahayakan keselamatan pengendara, tim teknis akan segera turun melakukan penanganan darurat.
“Sedangkan untuk yang terlalu bahaya, langsung kita tambal,” pungkas Fadia.
Pemkab Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama ketika melintasi ruas jalan yang rawan rusak atau tergenang di musim penghujan ini.(ktv)