Tekan Stunting dan Wasting, RSUD Kraton Pekalongan Perkuat Jejaring Rujukan PONEK

PEKALONGAN – RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan terus memperkuat sistem layanan kesehatan rujukan melalui kegiatan pembinaan jejaring rujukan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), sekaligus mendorong penurunan prevalensi stunting dan wasting.

Kegiatan yang digelar di aula atas RSUD Kraton, Kamis (2/4/2026), diikuti oleh perwakilan tenaga kesehatan dari 20 puskesmas di wilayah Kabupaten Pekalongan. Masing-masing puskesmas mengirimkan satu bidan dan satu nutrisionis sebagai peserta.

Dalam kegiatan tersebut, RSUD Kraton menghadirkan sejumlah narasumber dokter spesialis, yakni dr. Mohammad Yasin, dr. Mohammad Rizal, serta dr. Asma’ul Kholifia.

Pembinaan ini bertujuan untuk memberikan penyegaran pengetahuan (refreshing) kepada para tenaga kesehatan jejaring rujukan. Materi yang disampaikan meliputi kriteria dan indikasi pasien yang harus dirujuk, langkah stabilisasi pasien sebelum dirujuk, kelengkapan administrasi rujukan, hingga prosedur rujukan yang sesuai standar.

PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) merupakan sistem pelayanan gawat darurat 24 jam di rumah sakit yang bertujuan menangani kasus ibu hamil, bersalin, nifas, serta bayi baru lahir secara cepat dan tepat. Layanan ini berfokus pada upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui penanganan oleh tim medis profesional.

Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan proses rujukan pasien, khususnya kasus ibu dan bayi, dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan aman. Selain itu, sinergi antara fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan rumah sakit rujukan juga semakin optimal dalam menangani kasus stunting dan wasting.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Antusiasme terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti materi dan berdiskusi langsung dengan para narasumber.

Melalui kegiatan ini, RSUD Kraton menegaskan komitmennya sebagai pusat rujukan kesehatan di Kabupaten Pekalongan dalam meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya pada penanganan kegawatdaruratan ibu dan anak serta permasalahan gizi masyarakat.(ktv)

Share