Petani Tambak Kelimpungan ditengah Pandemi Covid-19

Petani Tambak Kelimpungan ditengah Pandemi Covid-19

Wonokerto, Wiradesa – Sekitar 150 petani tambak di Wonokerto Wiradesa Kabupaten Pekalongan kelimpungan, pasalnya ditengah pandemi covid-19 saat ini, petani tambak harus mengalami kerugian cukup besar dikarenakan harga pakan mulai naik  namun harga ikan bandeng mengalami penurunan.

Kenaikan pakan ikan bandeng terjadi sejak beberapa pekan lalu dengan kisaran tiap kantong ukuran 30 kg yang sebelumnya Rp 231.000 kini mengalami kenaikan  Rp 3000 atau menjadi Rp 234.000, sedangkan untuk harga ikan bandeng yang sebelumnya bisa mencapai Rp 21.000 per kilogram namun kini turun           Rp 4000 per kilogram atau Rp 17.000.

Selain itu mereka juga tidak bisa mengirim pasokan ikan bandeng ke jakarta dan kota-kota besar karena kebanyakan tutup, akibatnya para petani terpaksa memilih tidak memanen ikan mereka menunggu harga bandeng membaik dan tengkulak kembali menerima kiriman.

Padahal untuk sekali panen, petani harus mengeluarkan uang kontrak tambak Rp 3-5 juta tiap hektar dengan masa panen 5 sampai 6 bulan, sedangkan untuk benih mengisi satu hektar tambak mencapai 10.000 benih dengan harga Rp 1,5 juta dengan harga sekarang petani bandeng mengaku tidak balik modal apabila nekad panen dini.

Untuk mengatasi kerugian yang lebih besar saat petani sedang melobi pemerintah agar bantuan ke warga yang dibagikan berbentuk bandeng presto.(4son)

Share

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *