
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Pekalongan (Kota Santri) dengan aktif menjemput anggaran ke pemerintah pusat. Bersama Wakil Bupati Sukirman dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ia bertolak ke Jakarta guna bertemu sejumlah kementerian.
Menurut Fadia, langkah tersebut diambil karena keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pekalongan dinilai belum mampu menuntaskan berbagai pekerjaan rumah pembangunan.
“Untuk membangun Kabupaten Pekalongan, kami bersama Pak Wakil Bupati dan seluruh Kepala Dinas ikut ke luar kota, ke Jakarta, bertemu kementerian ini dan kementerian itu agar anggaran bisa masuk ke Kabupaten Pekalongan,” ujar Fadia.
Ia menegaskan, jika hanya mengandalkan APBD, penyelesaian berbagai persoalan infrastruktur akan membutuhkan waktu yang sangat lama.
“Kalau hanya mengandalkan uang yang ada di APBD Kabupaten Pekalongan, PR tidak akan selesai. Saya pikir masih puluhan tahun lagi belum selesai,” katanya.
Salah satu persoalan mendesak yang menjadi perhatian adalah kondisi jalan di berbagai wilayah yang masih banyak mengalami kerusakan. Perbaikan infrastruktur tersebut membutuhkan anggaran besar yang tidak dapat sepenuhnya ditopang oleh keuangan daerah.
“Jalan saja masih banyak yang rusak dan itu semua harus kita perbaiki. Dengan uang kita tidak akan cukup. Oleh karena itu, harus kita cari ke provinsi dan pusat,” tegasnya.
Selain infrastruktur jalan, Pemkab Pekalongan juga terus mengupayakan berbagai program pembangunan lainnya melalui sinergi dengan pemerintah provinsi dan kementerian terkait.
Di akhir pernyataannya, Fadia memohon doa dan dukungan masyarakat agar upaya yang dilakukan bersama jajaran pemerintah daerah dapat berjalan lancar.
“Saya mohon doa masyarakat Kabupaten Pekalongan. Doakan kami, Bupati bersama Pak Wakil dan seluruh dinas yang telah membantu saya, agar selalu diberikan keselamatan dan dijauhkan dari marabahaya,” pungkasnya.(ktv)