DORO – Untuk meningkatkan hasil panen kopi dan meningkatkan harga jualnya, sebuah paguyuban yang bernaung dalam Cluster Kopi Pekalongan menggelar dialog bareng petani kopi di Kabupaten Pekalongan. Acara yang mengangkat tema pelatihan budidaya kopi dan penanganan pasca panen ini, diselenggarakan di komplek obyek wisata Bengkelung Park Kecamatan Doro.
Dalam dialog bareng ini, dapat diketahui bahwa Kabupaten Pekalongan merupakan sentra penghasil kopi yang cukup menjanjikan. Karena mampu menunjang 10% kebutuhan eksport kopi di Jawa Tengah.
Saat musim panen, kabupaten Pekalongan mampu menghasilkan 600 ton kopi per tahun. Namun sangat disayangkan, hasil kopi yang melimpah ini para petani lebih cenderung menjual ke luar daerah seperti Temanggung dan Limpung dalam bentuk komoditas yang nilai jualnya tidak begitu mahal. Dari data yang ada rata-rata para petani hanya mampu mengolah 10% utntuk dijual dalam bentuk kopi premium.
Para petani lebih cenderung menjual dalam bentuk komoditas kopi karena lebih mempercepat proses para petani dalam mendapatkan uang hasil panen. Padahal kualitas kopi dari kabupaten Pekalongan tidak kalah dengan kopi di daerah lain. Di Kab. Pekalongan sendiri, 90% para petani merupakan penghasil kopi jenis robusta, sisanya adalah jenis arabika.
Diharapkan dengan adanya dialog bareng antara Cluster Kopi dan Petani ini, dapat membantu para petani dalam pembudidayaan kopi secara maksimal dan penanganan pasca panen yang lebih baik sehingga dapat mengangkat nama kopi dari Pekalongan lebih terkenal dan meningkatkan harga jual.(4son-6us)

