
BOJONG – Upaya penyelesaian masalah secara humanis kembali ditunjukkan Polsek Bojong dalam menangani kasus perkelahian remaja antar warga desa. Pada Senin malam, 2 Maret 2026, bertempat di Balai Desa Kalipancur, telah dilaksanakan kegiatan problem solving atas perkelahian yang melibatkan dua pelajar dari Desa Bukur dan Desa Kalipancur.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Polsek Bojong, Aiptu Slamet Widodo bersama Bhabinkamtibmas Satia Jayawardhana, dengan menghadirkan kedua belah pihak beserta orang tua masing-masing, Kepala Desa Kalipancur dan perangkat desa, serta para saksi kejadian.
Peristiwa perkelahian terjadi pada Minggu dini hari, 1 Maret 2026, sekitar pukul 01.00 wib di Dukuh Dakiran, Desa Bukur, Kecamatan Bojong. Perkelahian melibatkan AM (13) berasal dari Desa Bukur, dan FS (14) dari Desa Kalipancur.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa tersebut dipicu persoalan pribadi, yakni mantan pacar FS diketahui menjalin hubungan dengan AM. Akibat kejadian itu, AM mengalami luka lebam di bagian pelipis mata kiri. Pada Senin, 2 Maret 2026 pukul 11.00 wib, kejadian tersebut dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas dan langsung ditindaklanjuti melalui mediasi.
Musyawarah dilaksanakan dalam suasana kondusif dan penuh kekeluargaan. Setelah melalui dialog terbuka, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara damai tanpa unsur paksaan, serta saling memaafkan dan menerima kesepakatan bersama.
Kapolsek Bojong AKP Wastono, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas penyelesaian yang mengedepankan musyawarah.
“Kami mengedepankan pendekatan problem solving sebagai langkah preventif agar permasalahan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Karena ini melibatkan anak-anak di bawah umur, penyelesaian secara kekeluargaan menjadi pilihan terbaik dengan tetap menghadirkan orang tua dan pemerintah desa,” tegasnya.
AKP Wastono juga mengimbau kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak, khususnya di usia remaja yang masih labil secara emosional.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kedua belah pihak dan remaja lainnya agar tidak mudah terpancing emosi. Jika ada permasalahan, sebaiknya diselesaikan dengan komunikasi yang baik, bukan dengan kekerasan,” tambahnya.
Polsek Bojong menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menyelesaikan setiap persoalan melalui pendekatan persuasif dan humanis.(ktv)